Showing posts with label GRANUMMA ORGANIK. Show all posts
Showing posts with label GRANUMMA ORGANIK. Show all posts

Monday, December 18, 2017

APLIKASI DAN REPORT GRANUMMA DZA

POC GRANUMA DZA KHUSUS BUNGA

POC GRANUMA DZA  KHUSUS BUNGA adalah  pupuk  yang  berbasiskan  bakteri yang diformlasikan khusus untuk tanaman Bunga, Tanaman dalam Polybag, Tabulapot serta untuk Tanaman Dilahan sempit dan Hydroponik. Kakteri  inilah  yang  akan  bekerja  dalam  tanah  menghasilkan  zat  hara makro-mikro  yang  dibutuhkan  oleh  tanaman  padi.  Selain  itu  pupuk juga  mengandung  NPK  organik  yang  diperlukan  oleh  tanaman dan  dapat  langsung  diserap  baik  melalui  stomata  daun  maupun  akar.
photo_2016-08-15_13-49-10
Cara Aplikasinya Cukup Mudah :
Larutkan Pupuk Granuma DZA Khusus Bunga kedalam air Dosis 5 Tutup botol untuk 5 Liter air. siramkan Pupuk kedalam pot secara merata 1 larutan bisa untuk 10-20 Polybag Tanaman. Untuk Pemupukan awal Untuk bulan Pertama 1 Minggu sekali. Untuk Bulan selanjutnya cukup 2-4 Minggu Sekali.
Iklan

GRANUMA DZA KHUSUS PADI DAN PALAWIJA

Budidaya pertanian organik mulai marak akhir-akhir ini. Banyak faktor yang menyebabkan pangan organik mulai dilirik orang. Pertama, karena kesadaran masyarakat akan produk yang sehat (healty food). Terutama yang bebas residu bahan-bahan kimia berbahaya. Meningkatnya kesadaran akan kelestarian lingkungan juga memicu munculnya pangan organik.
photo_2016-08-15_13-49-00
POC GRANUMA DZA  adalah  pupuk  yang  berbasiskan  bakteri, bakteri  inilah  yang  akan  bekerja  dalam  tanah  menghasilkan  zat  hara makro-mikro  yang  dibutuhkan  oleh  tanaman  padi.  Selain  itu  pupuk   juga Sudah mengandung  NPK  organik  yang  diperlukan  oleh  tanaman dan  dapat  langsung  diserap  baik  melalui  stomata  daun  maupun  akar.
Untuk  aplikasi  perdana  tanaman  padi  dilahan  basah,  kita  akan menggunakan  dosis  maksimal  yaitu  adalah  70  liter  per  hektar  yang  dibagi dalam  beberapa  kali  aplikasi:
[1] 2  liter  digunakan  untuk  persemaian. [2]  26  liter  pada  pemupukan  satu  hari  sebelum  tanam  (H-1). [3]  14  liter  pada  14  hari  setelah  tanam  (H+14)  dan [4]  14  liter  pada  usia  30  hari  setelah  tanam  (H+30). [5] 14  liter  pada  usia  45  hari  setelah  tanam  (H+45)
Teknik  Aplikasi PADI
Pupuk  diaplikasikan  menggunakan  sprayer  kabut,  pengenceran dilakukan  sehingga  pupuk  tersebar  merata.  Jumlah air bebas, asal pupuk tersebar merata jumlahnya. Misalkan  1 hektar membutuhkan 14 tangki ukuran 15 liter ,  maka dosis pupuk dibagi 14.
Pada  masa  persemaian,  1  liter  pupuk  disemprotkan  merata  keseluruh persemaian  pada  H-1  sebelum  tebar  benih,  1  liter  sisanya  pada  usia  benih 5  hari.  75%  pupuk  diarahkan  ke  tanah  dan  25%  kearah  daun.
PENTING  :  saat  pemupukan  dilakukan  perhatikan  hal  berikut  :
[1]  Kondisi  lahan  macak  macak  untuk  mempermudah  bakteri  masuk  ke  tanah
[2] T utup saluran air masuk dan keluar dari lahan minimal 24 jam (disarankan  3×24  jam)setelah  pemupukan  untuk  menghindari  terbuangnya  pupuk
[3]  Bagian tengah lahan  disemprot dua kali  untuk  mengurangi  efek tepi
[4]  Pemupukan  harus  diulang  jika  kondisi  diatas  tidak  dipenuhi.
Teknik  Aplikasi Untuk Palawija, Tanaman Sayur, serta Tanaman Rambat.
Dosis  dan  Interval  Pemupukan Untuk tanaman Sayur, Tanaman Rambat dan Palawija dosis standar yang digunakan adalah 70 liter  per hektar  yang  dibagi  dalam  tiga  kali  aplikasi:
  • 40 liter  pada  pemupukan  pertama  Dua  hari  sebelum  tanam  (H-2)
  • 15 liter  pada  14  hari  setelah  tanam  (H+14)
  • 15 liter  sisanya  pada  usia  30  hari  (H+30)
Dosis ini Setara dengan 10 liter pupuk per 100 tumbak (1400 m ), 40% pada  pemupukan  pertama,  dan  30  %  pada  pemupukan  kedua  dan  ketiga.
Pengenceran  Pupuk
Pengenceran  dengan air jumlahnya bebas yang penting disesuaikan  agar  dosis  tersebut  tersebar  merata.  Untuk praktisnya, kami menyarankan konsentrasi pupuk 20-30 ml pupuk per  liter  air Karena  pupuk  ini  pupuk  organik  maka  makin  banyak  dosis  pupuk  yang digunakan  maka  hasilnya  akan  lebih  baik  dan  tidak  akan  memberi  efek  negatif  pada  tanaman,  hanya  saja  secara  ekonomis  komponen  biaya pupuk  akan  meningkat.
Untuk Aplikasi Semi Organik, Aplikasi pupuk Kimia bisa dilakukan dengan mengurangi dosis Pemupukan. Dosis Pupuk kimia 1/5 s/d 1/3 Dari Dosis biasanya. Cara Aplikasinya dengan lebih dahulu Mengaplikasikan pemupukan kimia setelah itu  baru setelah 3-5 Hari aplikasikan POC GRANUMA DZA.
Kami sangat berharap apa yang kami hasilkan ini bisa membantu petani dalam melakukan budidaya Padi, Palawija dan sayuran organik. Atau minimal membantu petani mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Report Demplot Padi

Nama varietas: Ciherang Super.
Luas lahan demplot: 7 m x 6 m persegi.
Alamat demplot: Kp RawaBancet Rt 01 Rw 01 Ds Wantilan Kec. Cipeundeuy Kab. Subang
Nama Petani Penggarap : Kang Kiki
Pekerjaan : Guru Sekolah Dasar.
Aplikasi Pupuk DZA : Penanaman Pertama.

Report DEMPLOT

Aplikasi Pemakaian pupuk 4,5 liter dengan rincian : 2 liter pada saat awal sawah dibajak, 1 liter pada saat usia 5 hst, 1 liter usia 15 hst, 0,5 liter usia 30hst.
Ada perbedaan tampal terlihat dari penggunaan Pupuk Kimia dan DZA. Yang memakai Aplikasi DZA warna padi lebih terang daun hijau kuning cerah lebih tahan hama. Perbedaannya yang pakai pupuk kimia daun hijau pasi/buram.
Jumlah Anakan untuk Granuma DZA lumayan banyak jumlahnya antara 30-50 Anakan. untuk Kimia antara 20-40 Anakan. Uniknya tiap anakan batang padi mengahasilkan buliran padi. Hama yg dihadapi di area sana adalah  hama ulat, jamur batang.  Sehingga tanaman padi kosong/hapa. Alhamdulilah dari serangan hama ini kita lebih kuat. Untuk Tanaman Padi Non DZA hampir setengahnya padi kosong dan Hapa.
Kendala yang dihadapi terjadi pada masalah teknis, saat aplikasi pupuk Poc KDZA harus teliti, rajin, dan tepat sasaran. Penyemprotan pupuk harus benar2 tepat dengan arah penyemprotan ketanah dan bagian bawah batang padi satu persatu, usahakan pada saat aplikasi tanah dalam keadaan kering gembur. Diharapkan ada solusi yg lebih efektip untuk menabur POC secara merata. Hal ini dikarenakan Tanaman padi tidak dibuat jalur shaf tanaman. Untuk mempermudah kendala teknis penyemprotan Padi sedang diupayakan membuat alat penyemprot elektris sederhana menggunakan tenaga Batrai.
Jumlah Hasil Produksi dari total Luas lahan 42 M2 sebesar 60 Kg Kering Giling karena Padi Hasil POC DZA bulir padi lebih berat dan padat. Perbandingan dari jumlah hasil padi pada panen  sebelumnya adalah 25 Kg Kering Giling. Terjadi peningkatan lebih dari 100% hal ini karena Padi Dengan aplikasi DZA buliran padinya lebih banyak dan jumlah anakannya lebih banyak dari yg tidak menggunakan Pupuk DZA.

SAAT INI ADALAH SAAT DAN MOMENT YANG TEPAT UNTUK MEMULAI DAN BERGERAK.

Sebagian besar petani-petani di Jawa Barat –Khususnya para Petani dalam lingkup Komunitas adat adalah para petani organik yang terbentuk secara tidak sengaja. Justru karena mereka tidak menjadi target atau berpartisipasi dalam “Revolusi Hijau” yang digalakan Pemerintah Era Orba dan mereka masih tetap melanjutkan metode pertanian tradisional. Di wilayah lain, para petani tidak lagi dapat membeli pestisida dan pupuk ketika harga melonjak sebagai akibat krisis ekonomi. Hal ini berarti bahwa argumen tentang pertanian organik telah mulai memiliki makna yang semakin berarti. Sehingga secara esensi sebenarnya Gerakan Komunitas menjadi lebih mudah karena para petani atau Praktisi Industri pertanian sudah mengalami sendiri dampak buruk revolusi hijau, sehingga secara sadar sebenarnya ingin segera membebaskan diri. Para Petani sekarang berkeinginan kuat keluar dari dominasi revolusi hijau – tetapi karena ketidakberdayaan dari ketergantungan terhadap pupuk kimia, pestisida dan bahan-bahan pertanian lainnya yang sejenis.
Meskipun demikian, kesadaran publik tentang apa yang disebut sebagai “Pertanian Organik” serta daya dukung konsumen terhadap tanaman organik masih sangat rendah. Di kita, khususnya di Subang. Karena prodak pertanian Organik masih mahal maka tidak mudah untuk mendapatkan orang yang mau membayar harga lebih tinggi bagi hasil organik,  jadi Prodak-prodak hasil pertanian masih ada dikalangan terbatas, atau kalangan menengah keatas. Hal inilah salah sebab utama program ini berhenti bergulir.
Untuk itu Komunitas mencoba mengangkat “Gerakan Granuma Project” tentang pertanian di masyarakat di mana pada saat bersamaan melaksanakan program-program praktis dengan kelompok-kelompok petani. Mereka adalah anggota-anggota komunitas atau kelompok binaan Komunitas.
Program ini bertujuan menyediakan kebutuhan komunitas, dimana Program  ini dimulai dengan penggunaan lahan disekitar pekarangan rumah , yang biasanya digunakan untuk menanam sayuran, bumbu-bumbu, tanaman apotik hidup dll. Selanjutnya, program ini kemudian berkembang dengan mencoba beberapa petak tanah yang dimiliki petani, atau tanah orang lain yang disewa bagi anggota komunitas atau binaan yang mau lebih serius mengembangkan untuk usaha. Produk-produk komuinitas dijual oleh Warung Komunitas (kelompok-kelompok atau anggota) yang dibentuk melalui program yang menggunakan sistem pengantaran secara langsung kepada konsumen atau anggota komunitas lain. Bisa dengan sistem barter atau dijual yang dengan demikian berupaya memotong jalur para perantara. Sehingga harga Bahan Pangan Organik selisih sedikit dari harga pasar tapi masih terjangkau. Memang lebih mahal sedikit dari harga Umum karena untuk tahap awal adalah untuk menutupi biaya rekonstruksi lahan atau pemulihan lahan pertanian. Rekonstruksi lahan ini  berdampak  pada menurunnya hasil produksi, dosis tambahan pupuk organik. Strategi sebagai upaya  perangsang petani penggarap agar mau menjalani kelanjutan projek ini. Adalah sangat tidak adil bagi kita membiarkan mereka berjuang sendirian. Sehinnga makin menarik teman-teman dan petani yg lain untuk bergabung.
Karena  kita yg mengupayakan secara mandiri dan bersama secara kolektif maka Prodak Pangan ini kemudian ditentukan perbedaan hargannya antara pasar tradisional dan harga supermarket. Target awal hasil produksi ini adalah menjual barang-barang ini kepada orang-orang Anggota komunitas Atau simpatisan , tetapi kemudian, dari mulut ke mulut, kita juga bisa menjual lebih banyak kepada ibu-ibu rumah tangga lain untuk membeli ke komunitas. Karena harga disini bersaing dan terjangkau maka pilihan menjadi prodak pertanian yang sehat dan murah menjadi lebih mudah.
Disisi lain ketika saya lihat banyak komentar mendapatkan komentar-komentar dari para petani tua dan konvensional yang tinggal berdekatan, saat mereka melihat Kita menggunakan Pupuk Organik, yang mengatakan “Kenapa menggunakan cara lama? Kami telah meninggalkannya bertahun-tahun yang lalu!”
Tapi Uniknya meskipun demikian, Petani-petani ini tertarik dengan kenyataan bahwa kita tidak perlu membayar mahal untuk bahan-bahan pupuk dan obat pestisida kimia dan kita bisa memotong jalur para perantara untuk menjual barang. Dalam pengalaman dilapangan, persoalan pertanian organik sangat membutuhkan pupuk organik dalam jumlah yang banyak dan bibit yang berkualitas. Hal inilah yang menjadi keengganan petani beralih kepertanian organik, Oleh karena itu, sepanjang para petani tidak memiliki pupuk, dengan demikian, gagasan untuk Gerakan Pertanian menjadi hambatan.
Untuk itulah Komunitas Granuma Organik mencoba membangun sebuah sistem pertanian organik mudah dan Murah. Makanya Langkah awal harus berurusan terlebih dahulu dengan kebutuhan-kebutuhan dasar petani. Persoalannya mereka tidak bisa mendapatkan uang yang cukup dari kegiatan pertanian tersebut karena tanah mereka sangat terbatas.  Makanya Paragdigma mindset yang harus dirubah bahwa pertanian organik itu berbiaya mahal harus dikikis. Untuk itulah Komunitas perlu sebuah gerakan dan komunikasi dalam dialog yang berkelanjutan dengan para petani tentang kegunaan pertanian organik Serta sinergi dengan Warung Kumunitas yang menjual apa yang kita ingin kembangkan menjadi program yang lebih berkelanjutan.”
Ayo Mulai Kita Gulirkan bersama-sama dan Dukung Bersama.
Program ini bukan hanya sebatas sisi kepentingan Kesehatan saja, Tapi sebuah Tujuan Grand Design untuk mengembalikan lagi sisi kemanusian kita selaku manusia. Membangun kembali keretakan hubungan manusia dengan alam yang berujung pada kesejahteraan.
Kesejahteraan manusia, kesejahteraan lingkungan dan Bumi secara keseluruhan.
Salam Kemandirian.
GRANUMA PROJEK.
photo_2016-11-03_18-32-49
Iklan

LIGHT WORKER (Kita punya “Tugas” dari Sang Pencipta Penguasa Alam Raya)



PROJECT GRANUMA
Sebelum mengenal dan belajar pertanian organik, ada baiknya kita mengenal visi misi dan tujuan Granuma Organik lbih dulu, agar bisa menyamakan persepsi dan membangkitkan pesan kesadaran akan tugas kita sebagai khalifah fil ardh…
Kita punya “tugas” dari Sang Pencipta Penguasa Alam Raya,  Mari kita renungkan sebuah statemen dari Bu Nuri Nurina.
ibu-nuri-1
photo_2016-12-17_05-30-29
Bu Nuri beliau seorang dosen di sebuah PT diJakartaApa yang disampaikan oleh bu Nuri sefikrah/satu frekwensi dengan misi visi Granuma Organik. Saya yakin semua sahabat paham apa yang saya sampaikan tentang 3 point penyebab Kerusakan planet bumi.
Untuk yang belum paham mari kita kaji bersama tapi tolong di GARIS BAWAHI sangat tidak disarankan membawa unsur SARA dan politik. Kita bahas dri sisi nilai kemanusiaan dan kasih sayang serta kesadaran universal…
Untuk mengenal visi misi granuma organik bisa di cekidot disini :
Ini salah satu cuplikan berita diatas saya Copas Disini.
Beri Pelatihan Gratis, Dipesan hingga Luar Jawa.
Siapa bilang perempuan tidak bisa banyak berbuat? Eli Herlina (30) asal Purwadadi Subang membuktikannya dengan bermetamorfosa dari ibu rumah tangga bisa menjadi pengusaha pupuk sekaligus menjalankan misinya untuk menyelamatkan bumi.
TIARA MAULINDA, Subang
BERAWAL dari keperihatinannya terhadap maraknya kasus makanan yang tidak layak konsumsi, Eli Herlina mencoba mengawali usaha sebagai wirausahawan pupuk organik. Ibu dari dua anak ini mengaku pada awalnya mendapatkan ilmu pengolahan pupuk dari seorang teman.
“Dulu diajarkan oleh teman. Pupuk ini berbeda karena bahan bakunya sangat mudah. Yaitu tanaman yang sering kita anggap sebagai gulma di kebun atau pekarangan rumah. Jumlahnya banyak dan mudah ditemui. Dan manfaatnya luar biasa, maka saya tertarik untuk menjalani usaha ini,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres.
Eli mulai memproduksi pupuk organik cair sejak tahun 2010 silam. Dengan alat seadanya, ia dibantu suami dan kedua anaknya berusaha membuktikan kepada masyarakat bahwa pupuk yang dibuatnya berbeda dengan pupuk lain. Bagaimana tidak? Pupuk yang dibuat dari bahan dedaunan itu bisa merekonstruki DNA tanaman seperti semula.
“Bibit sekarang banyak yang sudah tercemar limbah pestisida dan banyak mengandung racun yang berbahaya bila dikonsumsi. Selanjutnya panganan yang tidak baik akan berimbas pada perilaku manusia yang tidak baik juga. Penggunaan kimia dalam jangka panjang juga akan merusak bumi kita,”jelasnya.
Perempuan yang kini tinggal di Desa Wanakerta Kecamatan Purwadadi, Subang, ini menjelaskan bahwa pupuk organik cair yang diproduksinya memperbaiki DNA tanaman dan merekonstruksi bumi sehingga dapat menghasilkan hasil pertanian yang lebih baik dan sehat. Untuk membuat pupuk ini, Eli biasa menggunakan dedaunan seperti kembang bulan, daun jalantir, bayam liar, daun serunai, daun tali putri, dan masih banyak lagi.
Pupuk organik cair yang diproduksi Eli diberi nama Granuma DZA. Ada beberapa varian manfaat olahan pupuk yang ia buat seperti untuk pengolahan limbah (air limbah yang tercemar), pupuk tanaman palawija, pupuk tanaman padi, pupuk tanaman bunga, penetralisir alami kolam ikan, dan untuk limbah sanitasi.
Sejak awal, Eli sudah bertekad bahwa usahanya kali ini juga harus bermanfaat bagi masyarakat maupun bumi. Maka dari itu, Eli memberikan bibit, pupuk, dan pelatihan secara gratis kepada masyarakat. Namun cara tersebut tidak serta merta disambut baik oleh masyarakat.
“Saya sadar untuk merubah pola pikir masyarakat butuh waktu. Maka sampai saat ini saya terus konsisten menjalani hal yang sama namun dengan cara yang lebih variatif seperti aktif menggunakan medsos sebagai ajang sosialisasi dan bekerjasama dengan banyak komunitas. Alhamdulillah sekarang puluhan kelompok sudah terbentuk dan sama-sama memproduksi pupuk organik cair,”tuturnya.
Saat ini tercatat lebih dari dua puluh kelompok usaha tani maupun pribadi yang memproduksi pupuk serupa. Semuanya hasil pelatihan yang diberikan oleh Eli yang terus diberikan secara berkesinambungan. Selain itu, Eli juga turut membantu pemasaran dan pengujian tes kualitas pupuk secara berkala.
“Pelatihannya saya beri gratis asal yang diberi ilmu harus mau mengajarkan lagi minimal ke orang lain supaya lebih banyak masyarakat yang sadar akan manfaat dari pupuk ini. Selain murah juga bisa membantu menjaga bumi dan tubuh manusia yang mengkonsumsi makanan kan,” ujar istri dari Tedi Sutendar ini.
Berkat ketekunannya, Eli kini sudah menerima pesanan pupuk dari luar pulau seperti Manado, Sumatera, Bengkulu, dan Gorontalo. Permintaan pupuk yang semakin meningkat membuat Eli cukup kewalahan karena sampai saat ini dirinya masih memproduski pupuk secara manual sehingga kuantitasnya tidak banyak.
“Pesanan banyak tapi belum cukup modal untuk membeli alat yang bisa memproduksi pupuk lebih cepat. Semua dikerjakan secara manual. Untung ada teman-teman lain yang buat juag, jadi kalo ada pesanan kita salaing berbagi aja jatah pembelinya. Jadi saling menguntungkan. Untuk satu liter pupuk kita jual antara 25.000 s/d 32.500 tergantung dari jenis pupuk,” tandas wanita kelahiran Subang, 30 tahun lalu ini.
Dalam sebulan Eli baru mampu memproduksi kurang lebih 200 liter pupuk. Padahal pesanan yang datang sudah lebih dari itu, apalagi untuk pertanian seperti padi dan palawija. Eli berharap kedepannya semakin banyak orang yang menjalankan usaha sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat maupun bumi yang semakin tua. (*/din)
Seperti lebay ya 😁😊😉 tapi memang dari hal2 kecil akan dimulai tujuan besar.

Jadi bicara Granuma Organik adalah bukan bicara tentang Produksi pupuk jual dan pelatihan berbayar serta peningkatan produksi pupuk semata, tapi lebih dari itu ada pesan kesadaran yang kita syi’arkan melalui Granuma Organik dan perantaraan makanan sehat lingkungan sehat lestari, yaitu KESADARAN untuk BERPRILAKU BAIK
Dan itu bisa dimulai dari makanan yang halal dan thoyib sehingga tubuh sehat otak cerdas dan amygdala terkendali…

Kiprah kami dimulai sktr 6 tahun lalu dimulai dari awal mendapat ilmu pelatihan ppk organik di Padepokan Lanterha Cimenyan , walau datang terlambat tapi masih banyak ilmu yg terserap. Dulu untuk mendapatkan panduan dan mengenal bahan-bahan saja kami tidak begitu saja mendapatkan dengan mudah disearching tersebar diberbagai media internet tapi benar2 harus bersabar menunggu para pemilik ilmu merasa yakin bahwa kami akan mengamalkan ilmu yg didapat dgn praktek tentu melalui tes dan penilaian secara pribadi. Alhamdulillaah dengan begitu susahnnya medaptkan ilmu kami menghargai bahwa ilmu ini sgt bermanfaat buat kami dan amanah untuk disebarluaskan sesuai restu pemilik ilmu…Kang Dicky Zainal Arifin.
Kemudian kemudahan mendapatkan ilmu pupuk ini pun tidak lantas membuat kita menganggap enteng ilmu ini. Tapi semakin meyakinkan kita bahwa kita punya tugas mengamalkan/mengaplikasikan ilmu yg sdh didapat untuk kemaslahatan umat dan alam agar terjaga keseimbangan bumi sprt yg kt harapkan misi visi dr awal.
PROGRAM yang digulirkan ini Saya namakan PROJECT GRANUMA.
Dengan Program awalnya adalah :
1. Merekonstruksi kembali lahan-lahan pertanian dari kerusakan lingkungan baik karena limbah industri ataupun sistem pertanian tidak berbasis lingkungan.
2. Membangun titik-titik spot projek percontohan dan binaan. Diharapkan muncul kader aktivis pertanian organik. Nah teman2 disini kita sama-sama dorong jadi founder-founder komunitas di daerahnya masing2.
3. Bekerja sama serta bersinergi dengan pemerintah, dan lembaga lainya membangun sistem pertananian berbasis lingkungan.
Untuk realisasi dari program diatas kegiatan yang telah, sedang dan akan dijalankan adalah  :
1. Mengadakan pelatihan pupuk DZA dan Pestisida Organik.
2. Mengadakan pelatihan sistem pertanian berkelanjutan dengan berbasis pada lingkungan dan kearifan lokal.
3. Membangun komunitas, jaringan komunitas serta kemandirian Pangan Komunitas.

Untuk itu kita tidak permununggu kita mampu dan siap. Langsung jalan saja. Nanti pembelajarannya sambil berjalan. Nanti disini kita saling bertukar pikiran dan dorong.
Khususnya kami dari TIM siap bantu dorong teman-teman disini. kalau perlu siap datang kedaerah masing-masing.
Terima Kasih..
Iklan

Mengenal Komunitas Granumma Organic (GO)


GRANUMMA ORGANIC (GO) 

Assalamualaikum Wr Wb…
Izinkan kami untuk memperkenalkan Komunitas GRANUMA ORGANIC(GO) ini dan mengajak Saudara/i semua untuk ikut serta dalam bagiannya. Semoga ini bisa menjadi salah satu wadah sebagai bentuk kepedulian kita kepada masyarakat, bangsa dan Umat, serta sebagai ladang pahala yang Insya Allah akan terus mengalir di dunia bahkan hingga kita telah meninggal kelak melalui doa, sedekah dan ilmu bermanfaat yang dapat kita berikan.
Latar Belakang
Seringkali kita mendengar keluhan klasik petani Indonesia, produktivitas hasil panen turun dan biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan penghasilan yang didapat. Ada apa sebenarnya? Bukankah negara kita dikenal dengan sebutan negara agraris?
Ketergantungan pada penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia yang semakin mahal harganya menjadikan biaya produksi petani kian meningkat. Awalnya memang menggembirakan. Penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia menjadikan hasil panen petani berlipat ganda. Segalanya menjadi serba mudah untuk menyiasati kondisi alam yang tidak bersahabat dengan bantuan zat kimia tesebut.
Tetapi, kita tidak sadar bahwa zat kimia ibarat candu bagi kondisi tanah sebagai tempat tinggal tanaman. Sebagai contoh, pemberian dosis 1x untuk mendapatkan hasil panen 2x, pada jangka waktu tertentu akan menjadi pemberian dosis 2x untuk mendapatkan hasil panen 2x. Karena apa? Zat kimia merusak struktur tanah. Tanah menjadi sakit, sudah tidak ada lagi mikroorganisme hidup di dalamnya yang sebenarnya sangat membantu mempertahankan keseimbangan struktur tanah secara alami.
Lalu, bagaimanakah solusinya? Kembali ke awal. Mulailah mengendalikan penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia dengan cara bijaksana. Bila perlu, tinggalkan dan mulai menerapkan kembali pola bercocok tanam nenek moyang kita dahulu dengan teknologi organik untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Salah satu alasan pentingnya pengembangan pertanian organik adalah persoalan kerusakan lahan pertanian yang semakin parah. Penggunaan pupuk kimia yang terus-menerus menjadi penyebab menurunnya kesuburan lahan bila tidak diimbangi dengan penggunaan pupuk organik dan pupuk hayati.
Yang tidak kalah penting adalah prodak pertanian yang dihasilkan menjadi lebih layak dikonsumsi dan Sehat. Juga tujuan akhirnya adalah mensejahterakan petani kita.

Apa Itu Komunitas GRANUMA ORGANIC?

GRANUMA ORGANIC adalah Komunitas yang didirikan oleh Kang Tedi Teh Eli yang mengajak masyarakat untuk saling peduli dan berbagi ilmu, terbentuk atas dasar persaudaraan. Bertujuan untuk “Mengedukasi, terutama Komunitas Lanterha Dan Masyarakat lainnya demi menuju kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Bersama”. Didirikan Pada Tanggal 22 November 2012 di Ds Wanakerta Kec. Purwadadi Subang. Kami berharap komunitas ini bukan hanya sebagai wadah untuk berbagi Ilmu tapi juga dapat menjadi inspirasi untuk Saudara/i lainnya untuk menumbuhkan kesadaran dan semangat kita akan tugas peran yang di amanahkan Sang Pencipta  sebagai Manusia yang bertugas dan menjaga Planet Bumi ini.
Misi1). Membuat dan Menjalankan Program-Program Pelatihan Pertanian Organik.
2). Melakukan Kerjasama Dengan Masyarakat, Komunitas lain Mengenai Pertanian Organik
3). Melakukan Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Solusi Terhadap Pertanian Organik yang Ramah Lingkungan dan alam.
Program Kegiatan Komunitas
1). Pelatihan Pertanian Organik,
 Pelatihan Pertanian Organic baik diselengarakan sendiri ataupun berkerja sama dengan komunitas lain dan lembaga lainnya. Misalnya Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik, Pestisida Organik, media Tanam dll sehingga petani mampu dan mandiri.
2). Penyedian Kebutuhan Pertanian. Meliputi Produksi Pupuk, Bibit, Pestisida Organik, Nutrisi Tanaman, Hebrisida Organik, ZPT Organik.
 3). Kegitan Kemandirian Komunitas dimana setiap anggota mampu mencukupi kebutuhan Pangan secara mandiri, dengan memanfaatkan lahan dipekarangan rumah.
4). Edukasi Pertanian yang ramah terhadap lingkungan dan alam.
 Kontak Person : https://web.whatsapp.com/






Saturday, December 9, 2017

PELATIHAN PUPUK ORGANIK GARUT





Garut, selasa 18 Juli 2017
Berangkat dari keprihatinan akan kesesejahteraan petani terutama petani konvensional dipelosok-pelosok pedesaan yang semakin tercekik dengan harga pupuk dan pestisida yang semakin meroket. Sementara kebutuhan pupuk dan obat-obatan terus meningkat setiap tahunnya karena kerusakan tanah dan resistensi hama sebagai dampak dari pemakaian pupuk kimia sintetis dan obat-obatan pestisida kimia sintetis yang dalam jangka pendek dan panjang menimbulkan kerusakan tanah dan lingkungan air maka dari itu budget biaya olah lahan untuk sawah dan kebun tidak sebanding dengan hasil panen yang didapat, malah petani cenderung merugi. Oleh karena itu Komunitas Granumma Organik Lantera merupakan wadah sinergi  dari Program Yayasan Lantera dalam bidang Pertanian dan perkebunan bekerja sama dengan Pemdes Binakarya Kecamatan Banyuresmi kabupaten Garut mengadakan Pelatihan Pertanian Organik Dan Pembuatan Pupuk Cair Organik DZA serta Praktek pembuatan pestisida nabati pada hari selasa 18 Juli 2017 bertempat di aula Desa Binakarya.
Pelatihan berikut cara aplikasi penggunaan ,estimasi serta nilai lebih dari penggunaan Pupuk Organik Cair DZA yangg mampu mengembalikan unsur hara Tanah yg telah rusak, kerusakan unsur hara atau mikro organisme yg telah rusak bisa kembali pulih dimana mereka adalah unsur-unsur hayati penunjang kesuburan dan sumber kemakmuran dibawah tanah atau bumi yg mana pada akhirnya mewujudkan kemandirian petani sehingga tidak ketergantungan lagi terhadap pupuk kimia.
Sesuai dengan Visi Misi Yayasan Lantera yaitu Penyelamatan bumi dari kerusakan dan pemberdayaan masyarakat maka tema pelatihan yang digulirkan yaitu Mari selamatkan bumi melalui bertani dgn cara yg lebih bijaksana karena dengan cara yang ramah dengan alam itu artinya kita melakukan kerja sama dengan alam.
Apabila kita berkerja sama dgn alam yaitu merawat mikro orgamisme biotika tanah dengan baik , bukan malah membunuhnya alih alih memupuk tanah maka kita akan mendapat hasil yang baik pula. Maka perlakukanlah alam sebaik baiknya agar alam bisa memberi yg terbaik untuk kita semua.
Kegiatan dimulai dari pukul 8 Pagi selesai menjelang dzhur dihadiri oleh  jajaran aparat desa  seluruh perwakilan ketua kelompok tani desa Binakarya, dan Rekan-rekan lanterian berjalan dengan lancar dan penuh antusias. Di sela-sela sambutan kepala desa Binakarya Kang Asep Zaenal Arifin memberikan atraksi meminum cairan POC DZA sebagai pembuktian bahwa POC DZA sangat aman dan ramah lingkungan bahkan jika terminum sekalipun dan aksi beliau menimbulkan reaksi yang membuat seluruh yang hadir terkesima. Acara berlanjut dengan materi perkenalan oleh Teh Eli Herlina tentang misi visi kumunitas dan Yayasan lantera tentang bagaimana membangun sistem pertanian berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dan Materi inti oleh Kang Tedi Sutendar mengenai profile pupuk dza dan diskusi tentang pertanian organik dilanjut praktek pembuatan dan Proses Produksi POC DZA.
Acara ditutup dengan tanya jawab dan sesi dokumentasi kegiatan.
Harapan kami semoga acara ini bisa bermanfaat dan menularkan semangat untuk mensejahterakan petani memakmurkan planet bumi dan menjaga bumi senada dengan tulisan pada kaos yang kami pakai untuk komunitas Granumma Organik “ Petani Penjaga Bumi” atau pak Lurah Binakarya menyebutnya Petani Penyelamat Bumi.
Terakhir Kang Tedi berpesan bahwa tujuan utama pelatihan adalah untuk berdakwah dengan cara menanam tanaman yang sehat agar bisa merubah manusia menjadi sehat baik dan bisa mengendalikan fitrahnya sebagai manusia insan kamil khalifah fil ardh. Jadi ketekunan, kesabaran dan masalah yang dihadapi dalam mengaplikasikan  pertanian organik tidak ada yang namanya kegagalan akan tetapi minimal satu orang saja berhasil menjadi titik penyebar perubahan maka semua gerakan perubahan Kesadaran akan mengikuti. Jadi jangan memandang rendah diri sendiri, coba kita renungkan setiap gerakan-gerakan perubahan yang ada didunia itu mulainya dari satu orang. Ayo mari kita menjadi bagian gerakan perubahan ini.   
Penulis : Teh Eli Kang Tedi

INFO GATERING GRANUMMA ORGANIK




" KUNJUNGAN KERJA GRANUMMA ORGANIK"

Assalamualaikum...
Untuk akang dan teteh yang saat ini bergerak di bidang pertanian atau menyukai bidang pertanian. Akan diadakan acara sharing pertanian organik yang akan dilaksanakan pada :
Hari : Minggu
Tanggal : 10 Desember 2017
Pukul 09.30 s.d selesai
Tempat : Bungkirit
Pemateri : Kang Tedi (Kepala Bidang Pertanian Yayasan Lantera)

Agenda :
1. Sosialisasi Program Pertanian.

2. Sharing Pengalaman aplikasi Pupuk dan Pertanian Organik.


3. Membentuk komunitas dan jaringan.
4. Sharing hasil riset aplikasi pertaniann organik.




Terima kasih